Candi Penataran

Candi Penataran, Blitar

6 Ulasan

Tidak ada candi di Jawa Timur yang mendapatkan perhatian sebanyak kompleks utama di Jawa Tengah. Hal ini bisa dimengerti karena Borbodur dan Prambanan adalah salah satu kompleks candi yang paling berkesan di seluruh Asia Tenggara. Namun tahukah bahwa ada Candi Penataran, yang sejauh ini merupakan candi Hindu paling penting di Jawa Timur yang tidak kalah menariknya.

Kompleks candi itu sendiri terletak di sebuah desa di pinggiran kota Blitar. Penataran adalah tempat yang tenang di mana kehidupan tampak santai dengan kecepatan yang jauh lebih lambat daripada sebagian besar bagian dunia lainnya. Seperti apakah keindahan candi yang berada di Blitar Jawa Timur ini?

Hal-hal Menarik

Candi Penataran merupakan salah satu tempat wisata di Jawa Timur, lebih tepatnya tempat wisata sejarah. Candi ini menawarkan beberapa hal menarik untuk dijelajahi, di antaranya adalah :

Di Bawah Gunung Kelud

Candi Penataran Blitar
Foto by: @diah_dwia

Penataran pertama kali dibangun pada akhir abad ke-12 oleh Kerajaan Kediri yang kuat. Para bangsawan dan rakyat jelata Jawa sama-sama datang untuk menyembah Siwa dalam perwujudan Hyang Acapalat, dewa gunung, dan karenanya penyembahan ini berupaya untuk menenangkan gunung berapi yang selalu meletus secara teratur.

Dikarenakan letaknya berada di sisi bawah Gunung Kelud, maka Kamu akan merasakan suasana yang sangat sejuk di candi ini. Udaranya sangat menyejukkan dan begitu meneduhkan karena selain di bawah gunung, candi ini juga dikelilingi oleh banyak pepohonan.

Candi Tanggal

Patung Ganesha
Foto by: @nasron_jauhari

Di depan, di wilayah tengah situs, adalah yang pertama dari tiga candi utama, yang disebut Candi Tanggal. Sebuah batu yang ditemukan di sini memuat tanggal 1194, mengungkapkan bahwa situs candi ini sudah menjadi tempat perlindungan selama kerajaan Kediri, pendahulu Singosari dan Majapahit.

Candi Penataran sepenuhnya unik karena memiliki hubungan yang kuat dengan ketiga kerajaan Jawa Timur yang agung. Meskipun namanya Tanggal, struktur candi satu ini ini tidak tanggal. Nah, candi ini memiliki lengkungan kala-makhara di sekitar pintu (motif bertema setan lainnya) tetapi di dalamnya terdapat patung Ganesha yang bagus. Ganesha adalah dewa pengetahuan berkepala gajah.

Candi Naga

Foto by: @kukuhhafis

Candi berikutnya yang layak dilihat adalah Candi Naga. Candi kecil ini tidak memiliki atap, tetapi masih layak untuk dicermati karena dekorasi relief yang tidak biasa di dindingnya. Candi ini dikenal sebagai Candi Naga karena dekorasi naga yang membentang di atasnya.

Tubuh naga bersisik yang besar ini dipegang oleh figur manusia, tiga di setiap sisinya. Patung tersebut terkulai di antara masing-masing sosok, hampir mencapai puncak medali bulat berwarna cokelat kemerahan yang tertanam di tengah dinding candi. Medali ini menampilkan desain relief hewan dan bunga yang indah, dengan latar belakang ‘dedaunan’ yang halus di latar belakang.

Candi Jago

candi jago
Foto by: @muhammad.sutawijaya

Candi Jago memiliki tiga tingkat. Pemugaran candi ini tidak pernah selesai dan bagian paling atas darinya berkumpul di tanah. Dinding ‘puncak kuil’ ini didekorasi dengan penuh medali.  Beberapa di antaranya masih sangat segar, meskipun sekarang sudah berusia 600 tahun. Dengan dekorasi tersebut, tidak heran jika candi Jago adalah yang paling eksotis.

Candi Jago juga dipenuhi dengan gambar-gambar satwa liar dan tanaman eksotis yang membuat pengunjung berpikir bahwa Jawa pada waktu itu masih merupakan pulau dengan hutan yang dipenuhi dengan gajah, harimau dan banten (sejenis sapi liar). Candi ini juga memiliki sepasang dwarapala.

Alamat, Rute dan Cara Menuju

Lokasi dan alamat lengkapDesa Penataran, kecamatan Nglegok, Blitar, Jawa Timur 66181
Jam buka08.00–17.00

Lalu bagaimana rute untuk bisa sampai ke Candi Penataran? Ada 2 rute yang bisa Kamu lalui, di antaranya adalah :

Dari Kawasan Blitar

Untuk menuju ke Candi Penataran, Kamu hanya membutuhkan waktu sekitar 23 menit atau sekitar 13,4 km. Dari pusat kota Blitar, Kamu bisa pergi mengambil Jl. Barito lalu  ambil arah utara menuju Jl. Barito Selatan.

Dari Jl. Barito Selatan, arahkan kendaraan Kamu untuk belok kanan ke arah Jl. Kalibrantas kemudian belok kiri ke Jl. Ciliwung. Dari Jl. Ciliwung, beloklah ke kanan menuju Jl. Sawunggaling. Setelah itu mengemudilah menuju Jl. Raya Penataran, lurus saja kemudian belok kiri karena tujuan Kamu berada di kiri jalan.

Dari Kawasan Kediri

Sementara untuk Kamu yang berangkat dari Kediri, ikuti saja Jl. Raya Sumber Jiput dan Jl. Ngasinan ke arah Jl. Kapten Tendean di Blabak. Kemudian mengemudilah menuju ke Jl. Raya Kediri atau biasa juga disebut Jl. Raya Wates – Kediri.

Setelah itu Kamu perlu pergi terus menuju ke Jl. Ir. Soekarno. Dari Jl.Ir.Soekarno, Kamu bisa mengambil Jl. Mojo Asri II menuju ke Jl. Pasar Patok Selorejo Blitar di Sumbersari 1. Dari Jl. Pasar Patok Selorejo Blitar tersebut, lurus saja menuju ke Jl. Raya Penataran. Nah, dari jalan Raya Penataran lurus saja dan beloklah ke kanan karena tujuan Kamu ada di sebelah kanan.

Fasilitas

Fasilitas umumKamar mandi, kantin, spot foto
Telepon

Harga Tiket Masuk (HTM)

Untuk bisa masuk ke dalam candi, yang indah, harga tiket masuknya sangatlah murah. Kamu hanya perlu menyiapkan dana sebesar :

Harga weekdays

 

 

Rp. 3000

Harga weekendRp 5000

Untuk Kamu warga Jawa Timur yang mencari wisata sejarah seperti candi, tidak perlu jauh-jauh pergi Borobodur karena Candi Penataran juga bisa menjadi alternatif wisata sejarah Kamu.

6 Komentar Untuk Candi Penataran, Blitar

  1. Candi Penataran Blitar Jawa Timur indonesia terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi terbesar di provinsi Jawa Timur ini berada di sebelah utara Blitar, pada ketinggian empat ratus lima puluh mdpl. Lokasi Candi Penataran dekat dengan pemukiman warga di kampung penataran. Sehingga ditemukannya candi ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat yang berjualan di sekitar candi.. . Letak Candi Penataran ini berada di atas bukit. Jadi, Anda dapat melihat pemandangan sekeliling jika sedang berada di atas bangunan utama candi. Tahun 1995 candi palah atau Candi Penataran diajukan untuk menjadi calon situs yang dilindungi dalam warisan dunia UNESCO.. . Banyak sejarah yang mengungkap asal usul Candi Penataran. Prasasti yang disimpan di candi memperkirakan, candi palah ini dibangun di masa Raja Srengga, raja dari Kerajaan Kediri kurang lebih pada tahun 1200 M dan dilanjutkan pada masa pemerintahan Wikramawardhana, Raja Majapahit tahun 1415 Masehi. Pada masanya, candi yang dibangun dengan komplek-komplek ini digunakan untuk pemujaan. Hal ini disebutkan dalam beberapa keterangan yang mengatakan bahwa para raja zaman dahulu bersembahyang atau memuja Tuhan di candi ini. Sampai saat ini pun, di atas batu rendah yang berbentuk seperti meja, terdapat semacam sajen. Kemungkinan, sajen ini berasal dari warga maupun pengunjung yang melakukan pemujaan.. . Sejarah Candi Penataran Blitar juga diungkap di dalam kitab Nagarakertagama yang ditulis pada 1365 Masehi. Tertulis di dalam kitab, bahwa selain sebagai tempat pemujaan, Candi Penataran juga merupakan tempat singgah raja hayamwuruk ketika berkeliling nusantara ketika menjadi raja majapahit.

  2. Salah satu dari destinasi wisata sejarah yang ada di Blitar,. Wisata sejarah yang banyak di kunjungi wisatawan,. Tempat nya ramai dekat parkiran banyak orang berjualan, jadi GK usah kawatir lapar selama di sini,. Ada juga minuman alami yang tiada duanya di Blitar yg bikin ingin berkunjung kesini lagi,. Yakni Es degan (kelapa muda) bulat kupas utuh tanpa bocor,. Anda bisa merasakan nikmatnya & melihat langsung bagaimana perjuangan Abang bakul es dengan mengupas kelapa muda utuh tanpa bocor,

  3. Candi Penataran atau nama aslinya adalah Candi Palah adalah sebuah gugusan candibersifat keagamaan Hindu Siwaitis yang terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi termegah dan terluas di Jawa Timur ini terletak di lereng barat daya Gunung Kelud, di sebelah utara Blitar, pada ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Dari prasasti yang tersimpan di bagian candi diperkirakan candi ini dibangun pada masa Raja Srengga dari Kerajaan Kadiri sekitar tahun 1200 Masehidan berlanjut digunakan sampai masa pemerintahan Wikramawardhana, Raja Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1415. . . Akses kesana cukup mudah, bisa di tempuh dengan kendaraan umum, yakni becak. Atau kendaraan online, yakni dengan grab.. . Tiket masuknya gratis atau bisa sukarela cukup dengan mengisi data buku tamu.. . Disana juga terdapat pusat oleh-oleh yang memudahkan kita berbelanja buah tangan untuk keluarga.

  4. Assalamualaikum. Di sebelah timur candi ada kolam yang tidak seberapa besar di situ ada ikannya lele yang hanya tulang belulang nya saja namun tetap hidup banyak orang menganggap kalau itu adalah ratu lele biasa di sebut truno lele terkadang ada orang mencari wangsit disitu, konon kabarnya juga bisa untuk pesugihan, informasi nya bila ada orang mau melakukan pesugihan lewat situ dan orangnya datang bersama juru kunci dan sebelum nya ditanya kalau mantap melakukan pesugihan lewat situ akan diantar , dan bila datang ke kolam itu yang dilihat didalam kolam bukannya lele namun penampakan calon sebagai ganti lele disitu , bila orangnya tega maka sesaji berupa ikan lele akan dimakannya, ketika lele itu dimakan maka penampakan orang didalam kolam merasakan kesakitan, dan biasanya bila ritual selesai dan pulang kerumahnya , orang yang terlihat dikolam biasanya sudah meninggal , inilah cerita yang beredar dimasyarakat untuk kejelasan nya bisa ditanyakan kepada juru kunci, untuk yang ada kepentingan

  5. Selalu menyenangkan jika kita bisa mempelajari sejarah kita.candi ini adalah salah satu peninggalan penting dari zaman hindu. Komplek candi yang indah dan taman taman yang sejuk bisa memberikan kesegaran bagi otak yang lelah. Sayangnya di tempat ini tidak dilengkapi dengan penjelasan tentang bangunan yang ada di kompleks tersebut. Untuk kedepannya alangkah lebih baik kalau disetiap bagian situs diberi penjelasan singkat tentang sejarah bangunan tersebut

  6. Untuk masuk ke area candi ini hanya perlu mengisi buku tamu, tidak ada ticketing hanya sukarela untuk perawatan bangunan. Area cukup bersih namun cukup panas. Hanya saja jika ingin membeli camilan atau minuman kita keluar dr area disekitarnya. Didekatnya juga ada jajaran orang betjualan oleh-oleh.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.