Sejarah Pura Lempuyang Luhur

Pura Lempuyang Luhur, Bali

19 Ulasan

Bali memang menjadi salah satu destinasi wisata yang spesial dan sangat sayang untuk dilewatkan. Pulau ini memang menyimpan banyak sekali tempat wisata terbaik yang bisa dikunjungi untuk liburan. Selain pantai yang indah, ada bangunan keagamaan yang juga bisa dijadikan destinasi wisata, salah satunya adalah Pura Lempuyang Luhur Bali.

Pura ini disebut juga dengan nama Lempuyang Temple. Pernahkah kamu mendengarnya sebelumnya? Untuk masyarakat Bali pada umumnya, Lempuyang Luhur merupakan salah satu pura yang cukup terkenal. Pura ini masih digunakan untuk peribadatan agama Hindu pada momen tertentu hingga saat ini.

Alamat, Rute & Cara Menuju

Lokasi dan Alamat Lengkap:Jl. Pura Lempuyang Luhur, Tri Buana, Abang, Kabupaten Karangasem, Bali
Jam Buka:Setiap hari (7.00 – 17.00 WIB)
Petunjuk:Google Maps

Pura Lempuyang Luhur terletak di Puncak Bukit Gamongan. Letak bukit ini ada sekitar 17 kilometer dari Amlapura, Karangasem. Jika kamu ingin ke pura ini, maka ada cukup banyak travel mobil yang menyediakan layanan traveling plus sopir untuk kamu. Nah, kamu bisa menggunakannya untuk mendapatkan perjalanan yang menyenangkan.

Perjalanan bisa dimulai dari Denpasar. Dari ibukota Bali ini, kamu bisa menuju ke kawasan Candi Dasa yang berada di kota Amlapura. Nah, jalan menuju Lempuyang Luhur ini kurang lebih akan memakan waktu dua jam perjalanan. Setelah itu, kamu akan melihat plang papan nama besar terkait lokasi pas pura ini.

Fakta Menarik (Fun Facts)

Sejarah

Sejarah Pura Lempuyang Luhur
Foto by: @tania.vitcenko

Bisa dikatakan bahwa Lempuyang Luhur Bali merupakan pura yang sudah berusia cukup tua. Tidak jelas mengenai kapan pertama kali pura ini dibangun. Namun, berdasarkan dokumen sejarah Pura Lempuyang, masyarakat meyakini bahwa pura ini sudah ada sejak zaman pra Hindu Budha di pulau Bali. Artinya, sudah ratusan tahun yang lalu pura ini ada.

Dalam fakta sejarah lain pura ini dinamakan dengan nama Pura Lempuyang Luhur. Lempuyang memiliki arti sinar dan luhur merujuk pada Tuhan. Dari penamaannya saja, bisa disimpulkan bahwa pura ini sejak dulu sudah kental dengan nuansa keagamaan dan tetap dilestarikan hingga kini.

Lempuyang Luhur memiliki desain bangunan yang sangat klasik. Ada beberapa bangunan utama yang berdiri megah di lahan yang sangat luas. Bangunan tersebut membentang diantara pegunungan yang membuatnya memiliki udara yang sejuk. Nah, jika kamu berkunjung ke tempat ini, maka kamu akan mendapatkan anak tangga sebanyak 1.700 buah.

Pura Utama di Pura Lempuyang Luhur
Foto by: @q.b_photography

Para wisatawan yang berkunjung ke Pura Lempuyang Luhur memang harus menapaki anak tangga tersebut untuk sampai di puncak pura. Namun, rasa lelah selama perjalanan akan terbayar lunas dengan tawa riang satwa yang ada di sekitarnya dan pemandangan gunung yang menjulang tinggi dan sejuk.

Misteri & Pantangan

Misteri dan Pantangan Pura Lempuyang Luhur
Foto by: @pura_lempuyang

Seiring pura tersebut digunakan sebagai tempat ibadah, ada beberapa pantangan yang harus dipahami oleh para pengunjung. Ya, beberapa pantangan ke Pura Lempuyang Luhur tersebut ada untuk menjaga kelestarian pura juga peribadatan yang sudah dilakukan ratusan tahun lamanya.

Sunset di Pura Lempuyang Luhur
Foto by: @hengkycandra89

Pantangan pertama yang harus dipahami oleh pengunjung adalah dilarang berkata, berpikir dan berbuat keburukan. Sejak dari awal masuk daerah pura, maka pengunjung harus menata pikiran, perkataan dan perbuatan mereka dari hal yang buruk dan niat yang jahat.

Selain itu, di Pura Lempuyang Luhur juga ada larangan bagi wanita haid, anak kecil dan ibu menyusui. Ketiga orang tersebut disarankan untuk tidak masuk area pura terlebih untuk melakukan ibadah. Hal ini sesuai dengan kesepakatan yang dibuat tokoh adat setempat.

Bisa dikatakan bahwa cukup banyak misteri Pura Lempuyang Luhur yang beredar di masyarakat. Oleh karena itu beberapa pantangan tersebut dibuat. Nah, jika kamu akan pergi ke sana untuk berlibur, maka sebaiknya kamu turuti saja apa yang sudah menjadi peraturan di pura tersebut.

Fasilitas

Fasilitas Umum:Area parkir, toilet, warung kecil dan rest room
No Telepon:

Meskipun bukan murni sebagai tempat wisata, Pura Lempuyang Luhur menyediakan fasilitas yang cukup lengkap bagi para pengunjung. Beberapa fasilitas umum yang ada di lokasi ini adalah toilet umum, rest room, dan beberapa fasilitas lainnya yang akan memanjakan para pengunjung.

Harga Tiket Masuk (HTM)

Harga Tiket Masuk:Sukarela
Biaya Parkir:Rp. 5.000
Lain – Lain:Rp. 10.000 (Sewa Sarung)

Nah, mengenai tiket masuk, pengelola tidak membebankan adanya tiket masuk alias gratis. Hanya saja, pengunjung perlu membayar parkir kendaraan. Biaya parkir yang dibebankan mungkin hanya sekitar Rp. 5.000 saja. Selain itu, sebelum memasuki area Pura, pengunjung diwajibkan memakai sarung. Jika tidak membawa, Kamu bisa menyewa kepada warga sekitar.

Detail lokasi Pura Lempuyang Luhur yang tak terlalu jauh dengan pusat kota membuat tempat ini mudah dijangkau. Nah, waktu terbaik menuju ke Pura Lempuyang Luhur adalah menjelang petang. Ya, dari puncak pura, kamu akan bisa menikmati sunset yang istimewa dengan lembayung senja yang begitu mempesona.

19 Ulasan Pengunjung Pura Lempuyang Luhur, Bali

  1. untuk sampai ditempat ini sangatlah butuh perjuangan buat aku yang datang dengan motor sendiri tidak menggunakan jasa paket wisata. perjalanan 3jam dari hotel tempat aku menginap di area kuta, untuk parkir motor lumayan terkondisikan, apabila sedang ramai lumayan sulit untuk parkir mobil, dekat dengan parkir motor disitu kita langsung antri untuk menyewa sarung(bagi yang tidak membawa sarung) apabila sudah membawa sarung sendiri maka bisa dipakai dan hanya perlu membayar biaya suka rela, untuk penyewaan harga sewapersarung adalah 10k. setelah itu kita bisa langsung naik, dan sebelum naik kita dijelasin oleh petugas disana untuk arah jalan menuju kepura tersebut, dan aturan2 yang harus di patuhi ketika berada disana. lalu kita jalan kaki keatas, melewati para penjual buah dan penjual souvenir bali, dll. sesampainya diarea pura tersebut kita akan dipercikkan air suci yang hanya sebagai simbol saja tidak berpengaruh apa2, dan bagi wanita yang sedang haid tidak boleh datang ke pura ini. diatas kita bisa melihat pemandangan gunung agung yang sangat gagah(apabila tidak tertutup awan). setelah diberi percikan air tersebut kita langsung disuruh ambil nomer antrian untuk berfoto. untuk antrian fotonya tergantung banyak atau tidaknya pengunjung tetapi setau aku pura ini gx pernah sepi dan antrian bisa sampai 2-3jam lamanya. sambil menunggu kita bisa tidur dan istrahat dibeberapa pendopo yang berapa disana. tersedia toilet dan penjual makanan jadi tidak perlu khawatir untuk menunggu dengan waktu yang lama itu. untuk berfoto disana sudah ada petugas yang memfotokan kita dan kita hanya diberi kesempatan untuk berfoto mungkin kurang lebih 5pose untuk perorang, apabila rombongan makan akan difoto serombongan dan perorang dengan beberapa kali pose. untuk jalan keluar turun melawati jalan yang sama seperti kita datang tadi.

  2. Wiiii mantul pemandangan dr sini buat liat gunung agung… Jalannya naik ya .. kudu bawa driver yg andalan supaya ga deg² an naik nyaa .. tapi photograpernya pinter bgt cari spot fotonya… Biaya masuk suka rela. Pinjem selendang / Jarit itu per orang 10k

  3. Lokasinya sangat jauh dari kota (kuta). Setelah sampai disana pun ternyata temptnya tidak sesuai dgn ekspetasi. Butuh waktu berjam” hanya untuk sekedar berphoto dgn latar belakang gunung agung sehingga ketika siang hari puncak gunung sudah tertutupi dgn awan. Tapi setidaknya dgn dtang kesini kita menjadi tau bhwa pure ini sangat besar dan sarat akan cerita rakyat bali.

  4. Pagi2 kesini udah antri panjang banget. Klo mau gak antri kayanya jam 6 ato 5:30 udah sampe ditempat deh 😂

  5. Pagi2 kesini udah antri panjang banget. Klo mau gak antri kayanya jam 6 ato 5:30 udah sampe ditempat deh 😂

  6. kemarin kesini gunung agungnya ada kelihatan walaupun pada akhirnya ketutup awan besar. tidak ada biaya masuk, cuma kalau yang mau kasih sumbangan bisa sukarela, untuk penyewaan kain kena 10rb. foto di sini harus antri (antrinya lama & panjang 😭) datangnya harus pagian, pas tempat penyewaan kain ntar d kasih no antriannya. kalo mau foto hasil lebih oke / bagus mending pke kamera (jgn kamera hp) dan lebih bagusnya lagi minta teman yang fotoin bagi yang mau foto sendiri

  7. kemarin kesini gunung agungnya ada kelihatan walaupun pada akhirnya ketutup awan besar. tidak ada biaya masuk, cuma kalau yang mau kasih sumbangan bisa sukarela, untuk penyewaan kain kena 10rb. foto di sini harus antri (antrinya lama & panjang 😭) datangnya harus pagian, pas tempat penyewaan kain ntar d kasih no antriannya. kalo mau foto hasil lebih oke / bagus mending pke kamera (jgn kamera hp) dan lebih bagusnya lagi minta teman yang fotoin bagi yang mau foto sendiri

  8. Bali terkenal dengan pulau Seribu Pura, sehingga tidak mengherankan anda bisa menemukan dengan mudah keberadaan pura tersebut. Sejumlah pura juga merupakan warisan budaya masa lalu yang menyimpan berbagai kisah sejarah dan keunikan tersendiri. Salah satunya adalah Pura Lempuyang Luhur, pura ini sangat populer dan dikenal oleh kalangan warga Hindu di Bali, karena merupakan salah satu pura penting yang ada di pulau Bali. Bahkan sejumlah wisatawan juga tertarik dengan keberadaan Pura Lempuyang Luhur ini, walaupun harus mendaki dan trekking menuju puncak Gunung Lempuyang, namun tentunya akan memberikan pengalaman instimewa oleh sebab itu Pura Lempuyang Luhur melengkapi peta wisata di kawasan Bali Timur.. . Disebutkan dalam sejumlah prasasti kuno dan lontar, bahwa 3 buah pura besar sering disebut diantaranya Pura Besakih, Ulun Danu Batur dan juga Pura Lempuyang Luhur, dan pura tempat pemujaan agama Hindu tersebut diduga adalah pura tertua di Bali, yang diperkirakan sudah ada sejak jaman Pra Hindu Buddha. Pura Lempuyang Luhur sendiri terletak di Puncak Bukit Bisbis atau di kenal dengan Gunung Lempuyang di Kabupaten Karangasem. Pura Lempuyang Luhur sebagai stana Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manisfestasinya sebagai Sang Hyang Geni Jaya atau dewa Iswara, dalam pura Sad Kahyangan di Bali menempati arah mata angin bagian Timur.. . Perlu diketahui juga, wisatawan banyak mengenal nama Pura Lempuyang, kalau tujuan mereka bukan untuk wisata trekking atau mendaki, maka tempat yang dimaksud adalah Pura Penataran Agung Lempuyang yang terletak di desa Purwayu, pura ini juga terletak di kawasan Gunung Lempuyang tapi terletak di lareng gunung, sedangkan pura Lempuyang Luhur terletak di puncak Gunung. Pura Penataran Agung Lempuyang memang sekarang ini sedang hits dan populer sebagai tujuan wisata tour di wilayah Bali Timur (Karangasem), pura menyuguhkan pemandangan alam yang indah, dari sini anda bisa menyaksikan keindahan Gunung Agung, alamnya cantik dan instagramable.

  9. Pura yang indah, terdapat banyak pura disini tapi pura ini terkenal dengan view gapuranya yang menghadap langsung ke gunung agung, pura ini berada di daerah pegunungan yang udaranya sejuk sekali, bagi yang mau nangkil (sembahyang) di pura ini dan ingin sampai di pura yang berada di puncak saya sarankan menyewa tukang suun banten karena jalannya sangat nanjak.

  10. Tempat ibadah nya orang bali, aku kurang tahu pasti si karna hanya lewat ga berani masuk karna bukan trmpat rekreasi . Saling menghargai dan menghormati dg tmpt ibadah org lain. Btw hampir setiap rumah ada pure nya, dan keren2 bgt pure nyaa 😍😍

  11. Destinasi wisata sejarah agama yang keren banget

  12. Indah pemandangannya. ,,Jdi pengen lgi kesana

  13. Masih menyatu dengan alam. Direkomendasikan buat yang seneng tracking tapi lokasi disini kita harus naik tangga yang banyakk banget kalau mau sampai pura pasar agung (puncak tertinggi). Banyak kepercayaan yang dipercayai disini. Ada yg blg kita gaboleh makan daging babi sebelum mendaki karena bisa cepet capek kalau makan daging babi, trus kita gaboleh ngeluh capek karena sekalinya kita ngeluh bisa beneran kerasa capek. Sebenarnya tidak ada tiket masuk disini karena hanya donasi sukarela jadi kalau mau ngasi 20rb aja udah oke kok, jangan sampai ditipu orang disini ya. Kadang ada yg matokin harga tiket masuk jadi harus hati2. Walaupun sudah ada tangganya, kiri dan kanan kita disuguhi pemandangan tebing dan hutan2. Kalau bisa bawa kain sendiri, entah kamen atau kain pantai supaya tidak perlu sewa lagi kan lumayan hemat biaya hehe kalau cuma mau foto2 aja jg bisa di gapura pura dan lokasinya cukup dekat dengan parkiran kok.

  14. Maaf, wajar gak sih tiket masuk ke pura 50k untuk wisatawan domestik?

  15. Dah jauh2 di rugikan kesini masak tiket masuk untuk domestik aja 50 ribu belum sekarang harus diwajibkan naik shuttel 50 rb per orang, dimusim pandemi seperti ini , kenapa sekarang mobil pribadi tidak boleh langsung naik ke atas , kalo kita rombongan banyak orang 10 orang aja dah 1jt. Memberatkan wisatawan domestik.

  16. Keren bro…. Akses kendaraan menuju lokasi menanjak… mantap dah…. view di pura jg keren, ada petugas yg fotoin (sudah termasuk tiket)

  17. tarif sekarang domestik 50rb/orang.. Untuk motor bisa masuk sampai atas, tapi utk mobil disediakan parkiran jauh di bawah dan menggunakan shuttle (50rb/orang) untuk menuju ke pura.. Hal ini disebabkan jalan menuju pura memang sempit, jika ramai mobil harus parkir di sepanjang jalan sampai bawah, bikin macet.

  18. Terlalu komersil akibat harus pakai shutel bus bayar 50 ribu padahal mobil pribadi bisa masuk

  19. Sebelum kesini alangkah baiknya dirundingkan terlebih dahulu, pertama kali kesini sy kira hanya membayar tiket masuk saja 50rb, ternyata meskipun naik motor tdk boleh utk naik ke atas jd hrs di wajibkan naik shuttle bus yg udah di sediakan seharga 50rb juga. Total per orang harus mengeluarkan uang senilai 100rb. Kurang worth it menurut saya. Semoga tempat ini tdk terlalu komersil agar tetap direkomendasikan utk selalu didatangi

Tinggalkan Balasan