Connect with us

Tips Mengumpulkan Modal Usaha Bagi Kaum Milenial

Bisnis & Keuangan

Tips Mengumpulkan Modal Usaha Bagi Kaum Milenial

Tips Mengumpulkan Modal Usaha Bagi Kaum Milenial

Apakah kamu generasi milenial? Sering merasa galau akan ketidakpastian masa depan? Takut terkena layoff  dari tempat kamu bekerja di masa krisis seperti ini? Jangan khawatir, karena generasi kamu memiliki pemikiran yang inovatif, permisif dan multitasking.

Kemampuan tersebut harus bisa kamu manfaatkan semaksimal mungkin, seperti membuka usaha sendiri. Jadi kamu tidak perlu lagi bergantung pada satu pekerjaan utama saja. Untuk bisa membuka usaha secara mandiri setidaknya kamu harus memiliki modal yang cukup.

Kamu yang sekarang masih merasa sulit mengumpulkan modal usaha, perlu ikuti tips lengkap berikut ini.

7 Tips Generasi Milenial Mempersiapkan Modal untuk Buka Usaha

Ada begitu banyak jenis ide usaha yang bisa kamu bangun. Apalagi kemampuan multitasking generasi milenial yang patut diacungi jempol membuat kamu lebih mudah membangun usaha sendiri. Kamu bahkan bisa menjadi one man show  dalam usaha yang ingin dibangun.

Soal modal sebenarnya tidak sulit untuk mengumpulkannya. Kamu juga tidak perlu takut terlilit hutang dengan mengakses layanan pinjaman online. Beberapa tips berikut akan sangat membantu kamu.

1.     Menetapkan Modal yang Dibutuhkan

Membuka usaha adalah tujuan akhir kamu mengumpulkan modal, namun sebelum itu kamu harus menentukan terlebih dahulu modal yang dibutuhkan. Cara mengetahui modal ini adalah dengan merancang jenis usaha yang ingin dibuat.

Berapa modal tetap yang diperlukan dan juga modal berjalannya. Tanpa adanya gambaran jelas mengenai jumlah modal yang dibutuhkan kamu sama saja menabung tanpa ada tujuan. Selain itu, nominal akan menjadi motivasi kamu untuk bisa lebih giat mengumpulkan.

Misalnya kamu bertujuan untuk mengumpulkan modal sebesar 10 juta rupiah dalam 5 bulan. Maka kamu bisa menentukan rencana cara menabung dalam waktu lima bulan tersebut. Coba sekarang cek, berapa modal yang diperlukan sesuai dengan model usaha yang kamu minati.

2.     Menyisihkan Gaji dan Menabung THR

Usai bekerja dua atau tiga tahun kamu pasti sudah memiliki perkiraan pengeluaran setiap bulannya bukan? Itu artinya kamu bisa menyisihkan gaji di luar tabungan untuk mengumpulkan modal ini.

Begitu juga dengan THR, sebaiknya jangan habiskan sekaligus. Setiap mendapatkan THR sebaiknya kamu menabungnya. Soal gaji kamu bisa membaginya, baik untuk kebutuhan pokok, menabung untuk masa depan dan juga modal.

Ada banyak pilihan sistem yang bisa dipilih. Contohnya sistem 50-30-20, yakni 50% untuk keperluan pokok, 30 persen untuk menabung dan 20 persen untuk hiburan. Nah, 20 persen untuk hiburan tadi bisa kamu ubah untuk mengumpulkan modal.

3.     Mulailah untuk Berinvestasi

Selain menyisihkan gaji, kamu bisa memanfaatkan aktivitas investasi. Saat ini ada berbagai jenis investasi yang bisa dipilih seperti reksadana, deposito, atau obligasi. Semua sistemnya pun tidak sulit dan modal yang diperlukan pun tidak sampai ratusan juta rupiah.

Contohnya saja reksadana, kamu bisa memilih aplikasi investasi khusus reksadana dan memulai dengan modal ratusan ribu. Modal investasi bisa kamu dapatkan dari uang yang disisihkan dari THR dan tabungan khusus modal tadi.

Investasi jadi pilihan tepat karena memiliki jangka waktu jelas dengan bunga yang jauh lebih tinggi dibandingkan bunga di rekening bank. Kamu hanya perlu belajar bagaimana caranya investasi dengan benar agar untung.

4.     Mencari Rekan Bisnis

Berencana untuk memulai bisnis yang cukup besar? Jangan lakukan sendiri jika kamu tidak memiliki banyak waktu untuk mengumpulkan modal. Cara lainnya adalah dengan menemukan rekan untuk berbisnis.

Rekan bisnis bisa menjadi solusi kamu mendapatkan modal dalam waktu singkat. Hanya saja kamu harus memiliki visi dan misi sama dengan rekan tersebut. Selain itu perlu juga untuk memperjelas pembagian keuntungan.

Kamu bahkan bisa mencari rekan bisnis lebih dari satu. Siapa saja bisa menjadi rekan, namun paling aman dan mudah adalah berasal dari anggota keluarga. Namun tetap perhatikan untuk memisahkan urusan bisnis dan keluarga ya.

5.     Mencari Investor yang Tepat

Jika tidak mendapatkan rekan bisnis, cara lainnya adalah dengan menemukan investor yang tepat. Kamu bisa mencari pendana atau penanam modal. Caranya pun sangat beragam, misalnya dengan menawarkan proposal ke beberapa perusahaan investasi.

Bisa juga menawarkan ke kerabat soal ide bisnis yang ingin kamu tekuni. Supaya bisa cepat berhasil, jangan hanya pilih satu perusahaan atau orang saja. Kamu bisa mendapatkan lebih dari satu pendana.

Pastikan saja bahwa proposal usaha yang kamu tawarkan menarik begitu juga dengan pembagian hasilnya. Pastikan setelah mendapatkan modal kamu harus berusaha keras supaya bisa mengembalikan keuntungan atau pinjaman dana tersebut ke investor.

6.     Mencari Penghasilan Tambahan

Demi mewujudkan usaha impian kamu, maka jangan sia-siakan waktu usai bekerja. Supaya modal cepat terkumpul kamu bisa mencari penghasilan tambahan. Caranya adalah dengan mengasah kembali keahlian yang kamu miliki.

Misalnya kamu bisa bekerja sebagai freelancer desain grafis, animator, atau bahkan penulis. Saat ini sudah banyak platform yang bisa kamu andalkan untuk menawarkan keterampilan yang kamu miliki ke orang lain.

Jangan malu untuk membuat portofolio dari hasil kerja kamu selama ini. Siapa tahu, pekerjaan tambahan ini nantinya justru bisa menjadi bisnis tersendiri untuk dikembangkan.

7.     Menjual atau Menggadaikan Aset

Sudah mendapatkan 70% dari modal yang direncanakan? Masih kurang 30% namun kamu harus segera membuka usaha karena peluangnya yang sangat bagus sekarang. Jangan ragu untuk menjual atau menggadaikan aset yang kamu miliki seperti kendaraan maupun emas.

Sudah jadi hal yang wajar untuk menjual atau menggadaikan aset untuk bisa mendapatkan modal usaha yang cukup. Justru dengan cara ini kamu bisa termotivasi menyukseskan bisnis dan segera mendapatkan kembali barang yang dijual atau digadaikan tadi.

Saat ingin menjual aset pastikan bahwa kamu masih bisa melakukan operasional tanpa aset tersebut. Misalnya saja kamu tidak menggunakan mobil setiap hari atau emas yang sudah dibeli beberapa tahun yang lalu.

Tips Mengelola Modal Usaha agar Efektif

Modal sudah terkumpul, namun kamu harus berhati-hati dalam mengelolanya agar tidak langsung habis. Perlu pengelolaan yang efektif sehingga usaha yang dibangun bisa tetap beroperasi sesuai keinginan.

Berikut ini beberapa tips untuk mengelolanya bagi kamu kaum milenial.

1.     Memisahkan Rekening

Kamu harus memisahkan rekening modal usaha dan juga pribadi. Sehingga uang keduanya tidak bercampur dan memudahkan pembuatan pembukuan.

2.     Monitoring Arus Keuangan

Saat bisnis sudah berjalan kamu harus membuat anggaran setiap bulannya. Dengan begitu kamu akan mengetahui bagaimana kelancaran arus keuangan. Jika terjadi masalah segera perbaiki agar tidak terjadi kebocoran modal.

3.     Hindari Berhutang dan Pemborosan

Supaya arus keuangan lancar kamu juga perlu menghindari hutang dan pemborosan. Apabila dari laporan operasional terjadi pemborosan maka kurang biaya pengeluaran. Ketika laba menurun maka kamu harus bisa memaksimalkan marketing sehingga tidak terjadi minus.

4.     Jangan Sungkan untuk Berkonsultasi

Perbanyak teman di lingkungan usaha sehingga kamu bisa dengan mudah berkonsultasi masalah keuangan. Setidaknya ada banyak pelajaran dan tips yang bisa kamu dapatkan dari para pengusaha yang sudah berpengalaman.

Kekurangan dari generasi milenial adalah sifatnya yang masih labil, padahal dalam bisnis sifat ini bisa merugikan. Oleh karena itu jika kamu ingin segera mengumpulkan modal dan mengoperasikannya perlu mengurangi sifat keras kepala dan mau mendengarkan.

Terus belajar dan tidak mudah menyerah akan membuat kamu cepat mengumpulkan modal dan sukses dalam mengoperasikan bisnis.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Bisnis & Keuangan

To Top